02 Juli 2016

Proses Jasa Pemetaan Drone / UAV



Jasa Pemetaan Fotografi Lahan Tambang Kebun Lidar Topografi


Jasa pemetaan OrthoSky memberikan salah satu jasa pemetaannya adalah pemetaan dengan menggunakan drone / uav sebagai wahana pengambilan datanya. Jenis pemetaan ini lebih dikenal dengan AerialMapping. Keuntungan menggunakan jasa pemetaan ini adalah dari segi waktu dan harga akan sangat efisien lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan topografi terestris manual.

Dapat dilihat di video ini alasan kenapa harus menggunakan jasa pemetaan drone / uav dibandingkan jasa pemetaan topografi manual terrestris.




Proses pelaksanaan jasa pemetaan dengan drone ini dimulai dari penentuan batas area kerja ( AOI ). Setelah AOI disetujui kedua belah pihak, dilakukan kontrak kerja dan penentuan jadwal kerja.

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi - AOI -
jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi - jadwal -

Proses pengerjaan jasa pemetaan dengan drone ini terbagi 2 proses secara garis besarnya yaitu :

  1. ·    Proses pengambilan data dilapangan.
  2. ·    Proses pengerjaan prosessing di workshop.


  • Proses pengambilan data dilapangan biasanya menghabiskan waktu 1-2 minggu tergantung besar lahan dan cuaca lokasi. Contoh lokasi bendungan di jawa barat yang luas AOI nya 1500ha menghabiskan waktu lapangan sekitar 1 minggu.
Dimulai dari pemasangan GCP ( Ground Control Point ) sebanyak 20 titik GCP. GCP ini berfungsi untuk titik ikat dari foto yang akan diambil menggunakan drone / UAV oleh tim UAV jasa pemetaan OrthoSky. Dan GCP ini juga berfungsi untuk koreksi data X,Y dan Z agar lebih akurat. Semakin banyak titik GCP akan membuat hasil data lebih mendekati akurasi.

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi - lokasi GCP -
jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi - GCP -

Setelah titik GCP dipasang, baru bisa melakukan proses pengambilan data foto dengan drone / UAV yang memakan waktu lebih kurang 2-3 hari. Sekali terbang drone / UAV jasa pemetaan OrthoSky dapat mengambil data lebih kurang 300-400ha dan dalam 1 hari bisa terbang 4-7 kali tergantung cuaca.

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi


  • Proses selanjutnya setelah pengambilan data lapangan, dilanjutkan proses pengerjaan di workshop untuk membuat hasil peta sesuai kebutuhan dari client. Pada proses ini jasa pemetaan OrthoSky biasanya memakan waktu yang cukup lama antara 2-4 minggu dengan menggunakan lebih dari 5 software agar dapat menghasilkan produk pemetaan yang sesuai dengan kebutuhan client.








Read more…

01 Juli 2016

Penjelasan Jasa Pemetaan

Jasa Pemetaan Fotografi Lahan Tambang Kebun Lidar Topografi


Pengertian Jasa Pemetaan adalah memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian. Peta topografi mengacu pada semua ciri-ciri permukaan bumi yang dapat diidentifikasi, apakah alamiah atau buatan, yang dapat ditentukan pada posisi tertentu.

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi

Peta Topografi Menggambarkan secara proyeksi dari sebagian Fisik Bumi. Atau representasi grafis dari bagian permukaan bumi yang ditarik ke skala, Menggunakan warna, simbol, dan label untuk mewakili fitur yang ditemukan pada permukaan bumi. Representasi yang ideal akan terwujud jika setiap fitur dari daerah yang dipetakan dapat ditunjukkan dalam bentuk yang benar. Untuk dapat dimengerti, peta harus diwakili dengan tanda konvensional dan simbol. Pada peta skala 1:250.000, simbol yang ditentukan untuk membangun mencakup areal seluas 500 meter persegi di atas tanah, sebuah simbol jalan adalah setara dengan lebar jalan sekitar 520 kaki di tanah, simbol untuk rel kereta api tunggal adalah setara dengan rel kereta api sekitar 1.000 kaki pada tanah. Pemilihan fitur yang akan ditampilkan, serta penggambaran legenda harus sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pemetaan.

Pengertian Peta topografi adalah jenis peta yang ditandai dengan skala besar dan detail, biasanya menggunakan garis kontur dalam pemetaan modern. Sebuah peta topografi biasanya terdiri dari dua atau lebih peta yang tergabung untuk membentuk keseluruhan peta. Sebuah garis kontur merupakan kombinasi dari dua segmen garis yang berhubungan namun tidak berpotongan, ini merupakan titik elevasi pada peta topografi.

Secara Umum Peta topografi ialah suatu peta yang menunjukkan maklumat topografi dan fitur-fitur yang ada di atas permukaan bumi. Bukit, sungai, jalan dan lainlain ada ditunjukkan. Nama-nama tempat, sungai, gunung dan lain-lain dinyatakan dengan jelas. Seperti peta lain, simbul dan warna digunakan untuk mewakili sesuatu fitur.


Pengertian lain peta topografi :
1.   Peta yang menggambarkan relief permukaan bumi beserta bangunan alami maupun buatan manusia yang ada di atasnya.
2.   Peta yang menggambarkan relief/sifat permukaan bumi yang digambarkan dengan garis kontur.

Kategori Peta Topografi Berdasarkan Skala. Adalah sebagai berikut :

1.   Skala Kecil. Peta dengan skala 1:1.000.000 dan lebih kecil digunakan untuk perencanaan umum dan untuk studi strategis. Peta skala kecil standar memiliki skala 1:1.000.000. Peta ini meliputi area yang sangat besar dengan mengorbankan detail.
2.   Skala Menengah. Peta dengan skala lebih besar dari 1:1.000.000 tetapi lebih kecil dari 1:75.000 digunakan untuk perencanaan operasional. Peta ini mengandung detail dengan jumlah sedang. Peta skala menengah standar memiliki skala 1:250.000. Ada juga peta dengan skala 1:100.000.
3.   Skala Besar. Peta dengan skala 1:75.000 dan lebih besar digunakan untuk perencanaan taktis, administrasi, dan logistik. Peta jenis inilah yang sering ditemukan dan digunakan pihak militer. Peta skala besar standar 1:50.000, namun banyak daerah telah dipetakan dengan skala 1:25.000.


Metode Jasa Pemetaan

  • Metode Terestris

Peta adalah gambaran pada lembar kertas dengan keadaan permukaan bumi yang lebih kecil. Keadaan permukaan bumi yang digambarkan meliputi unsur-unsur alam dan unsur buatan manusia. Unsur alam misalnya : sungai, gunung, danau, dan lain-lainnya, sedangkan unsur buatan manusia misalnya : bangunan, jalan, saluran irigasi dan batas pemilikan tanah.
Untuk mendapatkan gambaran permukaan bumi tersebut, diperlukan pengukuran-pengukuran geodesi pada dan diantara titik-titik di muka bumi. Besaran-besaran yang diukur meliputi: arah, sudut, jarak serta ketinggian. Data-data tersebut diperoleh dari pengukuran-pengukuran di lapangan yang disebut pemetaan terrestris. Setelah data-data ukuran diolah dan untuk setiap titik dihitung sisinya, kemudian diplot pada kertas gambar dengan proses kartografi.
Didalam pemetaan, titik-titik di muka bumi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu titik-titik kerangka dasar (titik utama) dan kelompok titik detil. Titik-titik kerangka dasar adalah sejumlah titik yang dibuat dan dipasang di lapangan dengan tanda patok kayu atau patok beton yang merupakan kerangka dasar pemetaan yang berfungsi sebagai titik pengikat pengukuran titik detil serta pengontrol pengukuran titik lainnya. Sedangkan titik-titik detil adalah sejumlah titik yang ada di lapangan yang merupakan titik-titik pojok bangunan, titik-titik batas tanah, dan titik sepanjang pinggiran untuk menggambarkan permukaan tanah.
Pengukuran titik kerangka dasar yang meliputi pengukuran kerangka dasar horizontal dan vertical.Untuk pengukuran kerangka dasar vertical ini adalah menentukan tinggi titik utama. Untuk mendapatkan tinggi suatu titik perlu dilakukan pengukuran beda antar suatu titik terhadap titik yang telah diketahui tingginya dengan menggunakan sipat datar.


  • Metode fotogrametris

Fotogrametri atau aerial surveying adalah teknik jasa pemetaan melalui foto udara. Hasil jasa pemetaan secara fotogrametrik berupa peta foto dan tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiran penerbitan peta. Pemetaan secara fotogrametrik tidak dapat lepas dari referensi pengukuran secara terestris, mulai dari penetapan ground controls (titik dasar kontrol) hingga kepada pengukuran batas tanah. Batas-batas tanah yang diidentifikasi pada peta foto harus diukur di lapangan.
Menurut Van Hoeve Fotogrametri adalah Suatu metode atau cara untuk mengkonstruksikan bentuk, ukuran dan posisi pada suatu benda yang berdasarkan pemotretan tunggal maupun stereoskopik

Definisi Fotogrametri
Fotogrametri merupakan seni, ilmu, dan teknologi perolehan informasi tentang obyek fisik dan lingkungan melalui proses perekaman, pengukuran, dan penafsiran foto udara (Thomson dan Gruner, 1980).

Istilah Fotogrametri berasal dari kata photos (=sinar), gramma (=sesuatu yang tergambar) dan metron (=mengukur). Secara sederhana maka fotogrametri dapat diartikan sebagai "pengukuran secara grafis dengan menggunakan sinar". Dari definisi tersebut dapat dimengerti bahwa fotogrametri meliputi (Wolf, 1983) :
-Perekaman obyek (pemotretan)
-Pengukuran gambar obyek pada foto udara
-Pemotretan hasil ukuran untuk dijadikan bentuk yang bermanfaat (Peta).

Garis besar Proses Fotogrametri

·        Persiapan
Secara teknis dalam kegiatan persiapan di lakukan.
-  Perencanaan pemotretan
- Perencanaan Pengukuran dan Penandaan titik kontrol tanah (premarking)

·        Premarking/Penandaan titik kontrol tanah
Sebelum dilakukan pemotretan pada setiap titik kontrol tanah yang ada harus diberi tanda (premark). Hal ini dimaksudkan supaya pada foto udara hasil pemotretan nantinya akan dapat ditemukan titik-titik kontrol tanah tersebut. Hal ini sangat penting artinya dalam pekerjaan triangulasi udara.

·        Pengukuran titik kontrol tanah
Titik kontrol tanah yang telah ditandai kemudian diukur untuk mengetahui koordinatnya, baikkoordinat planimetri (X,Y) maupun tinggi (Z). Biasanya untuk daerah datar cukup diukur koordinat planimetrinya, sedangkan untuk daerah bergunung selain koordinat planimetri jugaharus diukur tingginya. Koordinat titik kontrol tanah ini diperlukan untuk proses triangulasi udara.

·        Pemotretan
Pemotretan dilakukan sesuai dengan perencanaan pemotretan. Dari hasil pemotretan diperoleh foto udara dari daerah yang akan dipetakan. Foto udara yang dihasilkan dapat dapat diketahui baik tidaknya dari kualitas ketajaman dan kesempurnaan overlap dan sidelapnya. Biasanya foto udara mempunyai overlap 60% dan sidelap 30%, dan untuk keperluan tertentu bisa dibuat dengan overlap 80% dan sidelap 60%.

·        Triangulasi Udara
Untuk keperluan proses penyeragaman skala pada setiap foto udara harus terdapat sejumlah titik kontrol tanah. Mengingat pekerjaan fotogrametri meliputi daerah yang luas danmeliputi jumlah foto yang sangat banyak, maka pengadaan titik kontrol tanahnya dilakukan dengan cara triangulasi udara. Secara sederhana triangulasi udara merupakan proses transformasi dari koordinat yang diukur di foto ke koordinat tanah dengan bantuan titik kontrol tanah dengan bantuan titik kontrol tanah hasil.

·        Proses restitusi
Proses ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai proses penyeragaman skala, dari fotoudara yang tidak seragam skalanya menjadi peta/foto yang seragam skalanya. Untuk daerah datar biasa dilakukan dengan cara restitusi foto tunggal, dan disebut sebagai proses rektifikasi, hasilnya berupa foto terrektifikasi. Untuk daerah bergunung dilakukan dengan cara restitusi foto stereo, yang meliputi pekerjaan orientasi model dan dilanjutkan dengan proses plotting atau orthophoto, hasilnya bisa berupa manuskrip peta garis atau porthophoto.

·        Mosaik
Secara sederhana dapat dikatakan sebagai proses penyambungan foto, sehingga diperoleh format ukuran yang lebih luas. Dalam rangkaian pekerjaan pemetaan fotogrametri, yang dibuat mosik adalah foto terrektifikasi atau orthophoto, dan dikontrol dengan adanya titik ikat. Istilah yang lebih tepat sering disebut mosaik terkontrol.

·        Interpretasi foto
Informasi tekstual (tutupan lahan) dari daerah yang dipotret, yang akan disajikan sebagai keterangan pada petatidak mungkin untuk didata langsung dilapangan, melainkan diperoleh dengan cara diinterpretasikan melalui foto udara. Keyakinan hasil interpretasi biasanya cukup berdasarkan kunci-kunci interpretasi, akan tetapi kadang-kadang harus diuji kebenarannya dengan melakukan identifikasi lapangan

·        Kartografi
Untuk menyajikan peta, baik peta garis maupun peta foto dalam bentuk yang baku lengkap dengan informasi peta yang diperlukan, maka harus melalui tahapan pekerjaan kartografi.

·        Peta garis dan Peta Foto

Peta garis dan peta foto merupakan produk akhir dari pemetaan fotogrametri. Pada peta garis detil-detil di lapangan digambarkan dalam bentuk simbol-simbol, sedangkan pada petafoto terekam sebagai citra foto.

Read more…

27 Juni 2016

jasa pemetaan dan fotografi menggunakan drone / uav

jasa pemetaan fotografi lahan tambang kebun lidar topografi

Read more…